Renungan Hari Rabu, 22 Juli 2026, PESTA SANTA MARIA MAGDALENA

weismeralda@gmail.com 22-Jul-2026 09:32:28

Bacaan 1: Kidung Agung 3:1-4a atau 2 Korintus 5:14-17
Bacaan Injil: Yohanes 20:1, 11-18

KACAMATA BARU SANG CIPTAAN BARU: DARI AIR MATA MENJADI UTUSAN

Hari ini, Gereja sedunia merayakan Pesta Santa Maria Magdalena, bacaan pertama ada 2 pilihan yaitu Kidung Agung 3:1-4a atau 2 Korintus 5:14-17). Renungan hari ini, menggunakan bacaan pertamanya dari Kidung Agung 3:1-4a. Kidung Agung dikelompokkan sebagai Sastra Hikmat yang secara genre sastra (bentuk dan isi tulisannya) sebagai Puisi Cinta (Love Poetry), bukan kitab ajaran hikmat yang bersifat nasihat seperti Amsal, Kitab Kebijaksanaan maupun Pengkhotbah. Kidung Agung tidak berisi tentang perintah moral seperti “Jangan mencuri”, “Hormatilah orang tuamu”. Bukan filsafat hidup atau renungan tentang kesia-siaan dunia seperti di Kitab Pengkhotbah, maupun nasihat praktis tentang cara hidup bijak di Kitab Amsal. Kidung Agung lebih berisi puisi lirik yang sangat puitis, yang menggambarkan dialog cinta, kerinduan maupun kekaguman antara seorang mempelai pria dan mempelai Wanita.

Bacaan pertama dari Kidung Agung 3:1-4a merupakan puisi cinta manusia, cinta antara Allah (Mempelai Pria) dan jiwa manusia/Gereja (Mempelai Wanita). Kaitannya puisi dari Kidung Agung 3:1-4a dengan bacaan Injil Yohanes 20:1, 11-18, Maria yang merupakan “mempelai” (jiwa yang mencintai) mencari Yesus di tengah kegelapan malam (kuburan yang gelap dan dingin). Ia tidak menyerah meski awalnya tidak menemukan Yesus.

Awalnya Maria gagal mengenal Yesus karena ia masih melihat dengan “kacamata lama” yaitu ia mencari “mayat” Yesus padahal Yesus telah bangkit dan berdiri tepat dihadapannya, malah dianggap sebagai penunggu taman (tukang kebun). Padahal Maria yang begitu dekat dengan Yesus, bisa gagal mengenali-Nya. Maria masih terkurung dalam realitas duniawi, kubur kosong, berarti mayatnya dicuri, karena ia menilai situasi dari sudut pandang manusia yang terbatas oleh duka dan kematian. Yesus menghancurkan “kacamata” Maria ketika Sang Kekasih (Yesus) memanggil namanya: “Maria”. Saat itulah, Maria tidak lagi melihat seorang tukang kebun, melainkan “Rabuni!” (Guruku). Rabuni dari Bahasa Ibrani: רַבּוּנִי atau רִבּוֹנִי = Rabbuni/Ribboni. Maria mengalami apa yang dikatakan oleh rasul Paulus dalam bacaan pertama dari 2 Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Hari ini, kita merayakan Pesta Santa Maria Magdalena, menantang kita: “Kacamata apa yang sedang kita pakai hari ini? Apakah kacamata lama yang penuh penghakiman, atau kacamata baru dari Kristus yang bangkit?” Dari Santa Maria Magdalena, kita di ajak untuk menanggalkan kacamata lama yang penuh penghakiman. Tanpa kita sadari, kita sering menjadikan mereka terkurung dalam “kubur” label masa lalu, bahkan sampai mempunyai kebiasaan mengungkit kesalahan masa lalu. Cara pandang lama yang bisa membunuh keintiman/hubungan di dalam keluarga atau dalam area pekerjaan. Untuk itu, kita harus melakukan aksi nyata seperti Maria Magdalena dengan melepas “kacamata lama” menjadi “ciptaan baru”.
Seperti Maria Magdalena yang menjadi “ciptaan baru”, tidak tinggal di kubur, melainkan berlari membawa kabar kehidupan kepada para murid Yesus. Melihat rekan kerja yang menyulitkan sebagai “ciptaan baru” yang juga memiliki pergumulan, kelemahan, dan kebutuhan akan kasih dengan menjadi “Maria Magdalena”: orang yang membawa kabar baik, selalu memberikan kesempatan kedua, selalu memotivasi dengan kasih. “Ciptaan Baru” dalam keluarga dengan membawa kabar kehidupan: memaafkan pasangan Anda, memaafkan anak Anda, memanggil mereka dengan nama mereka penuh kasih, seperti Yesus memanggil “Maria!”. Melihat pasangan dan anak-anak Anda bukan dari ukuran kegagalan mereka, tetapi dari ukuran kasih karunia Allah (potensi-potensi maupun kebaikan-kebaikan di dalam diri mereka). Ketika kita mulai melihat orang lain dengan kasih Kristus, sesungguhnya kitalah yang sedang melihat wajah Kristus yang bangkit.
Selamat merayakan Pesta Santa Maria Magdalena. Tuhan Yesus Memberkati.

Sumber: https://web.whatsapp.com/sr.Ingnawati