APA YANG TERPANCAR DARI WAJAH KITA? Keluaran 34:29-35. 27 Okt 2026
Lalu Musa turun dari Gunung Sinai dengan kedua loh hukum di tangannya. Ketika turun dari gunung itu, ia tidak menyadari bahwa kulit wajahnya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.(Keluaran 34:29)
Ada orang tertentu yang membuat kita senang memandangnya. Wajah mereka memancarkan sukacita sehingga kita pun turut merasakannya. Wajah yang memancarkan kebaikan membuat kita merasa damai berada di dekatnya. Sebaliknya, ada juga orang-orang yang membuat kita enggan mendekat karena wajahnya memancarkan kebencian, iri hati, kemarahan, atau hal-hal yang negatif.
Musa naik ke Gunung Sinai dan berada di sana selama empat puluh hari empat puluh malam bersama Tuhan. Ia menuliskan Kesepuluh Firman pada kedua loh batu untuk menggantikan loh batu yang telah dihancurkannya ketika ia melihat orang Israel menyembah patung anak lembu emas. Ketika Musa turun dengan membawa kedua loh batu yang baru, wajahnya bercahaya karena ia telah berada bersama TUHAN dan berbicara dengan-Nya secara berhadapan muka. Bacaan hari ini mencatat bahwa orang-orang Israel tidak tahan melihat cahaya kemuliaan TUHAN yang terpancar dari wajah Musa. Oleh karena itu, Musa mengenakan selubung pada wajahnya.
Sesungguhnya, kita memang tidak sanggup memandang cahaya kemuliaan Tuhan. Namun, kita tidak boleh menutupi kasih dan kebaikan Tuhan untuk terpancar dari wajah kita. Sebaliknya, kita dipanggil untuk dengan tulus memancarkan kasih dan kebaikan Tuhan melalui wajah, perkataan, dan perbuatan kita, sehingga orang lain dapat mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
DOA:
Ya Tuhan, mampukan kami untuk memancarkan kasih dan kebaikan-Mu agar orang-orang di sekeliling kami mengalami perjumpaan dengan-Mu. Amin.
Ayat Renungan:
Keluaran 34:29-35
Mazmur 119:41-48
Yakobus 2:14-26
Sumber: https://gkigunsa.com/detail/6abc7dc2f11ab67602708fd6
