Beriman karena Mengenal Senin, 16 Februari 2026 – Hari Biasa Pekan VI

weismeralda@gmail.com 16-Feb-2026 08:58:05

Markus 8:11-13

Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari surga. Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: “Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.” Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.

***

Ada orang yang percaya pada orang lain dengan memberlakukan syarat dan ketentuan tertentu. Jika orang lain memenuhi syarat dan ketentuan itu, orang itu akan percaya kepadanya. Jika tidak, ia akan ragu, kecewa, dan menolak. Sikap seperti ini sering dipakai dalam relasi seseorang dengan Tuhan, sehingga iman yang dimilikinya mengandung syarat dan ketentuan. Inilah yang disebut “iman yang menguji Tuhan”. 

Iman seperti itu tidak lahir dari kepercayaan, tetapi dari keinginan untuk mengontrol yang berakar pada ketakutan yang mendalam. Tuhan diperhadapkan dengan tuntutan demi tuntutan, seakan-akan Ia harus membuktikan diri-Nya sesuai standar manusia.

Iman yang sejati tumbuh dari pengenalan akan Allah. Mengenal Allah berawal dari kesediaan untuk membuka hati, serta membiarkan Allah sendiri menyatakan diri-Nya dan mengungkapkan kehendak-Nya. Tidak ada tuntutan, kontrol, apalagi niat untuk menguji Dia. Yang ada hanyalah kerelaan untuk mengenal dan kesediaan untuk dibimbing oleh Allah. Semakin kita mengenal Allah, semakin kita mampu berserah diri. Di dalam proses itulah iman berakar secara mendalam.

Pengenalan akan Allah merupakan sebuah perjalanan yang berlangsung seumur hidup. Selalu saja ada jatuh bangunnya. Semoga kita mau terus-menerus mengenal Allah, dan belajar untuk menyerahkan diri kepada-Nya apa pun yang terjadi.

Sumber: https://www.lbi.or.id/2026/02/16/beriman-karena-mengenal/