Bukti Kasih Allah Yesaya 29:1-12 Februari 6, 2026

weismeralda@gmail.com 06-Feb-2026 09:00:26

Aku akan menyesakkan Ariel, sehingga orang mengaduh dan mengeluh, dan kota itu menjadi seperti perapian bagi-Ku. Akan tetapi, kerumunan pasukan lawanmu akan lenyap seperti abu halus, (Yesaya 29:2,5a)

Ketika seorang ayah atau ibu marah kepada anaknya yang telah melukai dan mendukakan hatinya, apakah kemarahan itu akan bertahan selamanya? Barangkali ada yang demikian. Namun, orangtua yang benar-benar mengasihi anaknya tidak akan memelihara kemarahan untuk jangka waktu yang lama, apalagi selamanya.

Allah murka kepada Yehuda karena dosa dan ketidaksetiaan mereka. Dalam murka-Nya itu, la menghukum Ariel (kota Allah) melalui bangsa lain. Namun, menarik sekali bahwa pada saat yang hampir bersamaan, Yesaya juga menyampaikan tentang kemurahan Allah yang akan menolong umat-Nya dan membebaskan mereka dari kepungan musuh. Itulah kasih Allah. Murka dan hukuman Allah merupakan wujud kasih sayang-Nya kepada umat-Nya. Hal itu dibuktikan dengan pernyataan Allah yang hampir bersamaan antara murka dan penghukuman, serta pengampunan dan pembebasan. Pada saat Allah menyatakan murka dan penghukuman-Nya atas umat-Nya, pada saat yang sama la juga memberitakan pengampunan, pembebasan, dan pemulihan. Benarlah apa yang dikatakan oleh pemazmur, “Tidak untuk selama-lamanya la menyimpan amarah” (Mazmur 103:9b).

Kasih Allah yang sedemikian itu juga dinyatakan kepada kita. Namun, hendaklah kita tidak meremehkan atau mempermainkan kasih Allah tersebut. Justru di hadapan kasih yang demikian agung, kita terpanggil untuk semakin mengasihi Dia. [Pdt. Mungki A. Sasmita]

DOA:
Ya Tuhan, mengalami kasih yang sedemikian agung, kami ingin semakin mengasihi Engkau dalam seluruh kehidupan kami. Amin.

Ayat Pendukung:
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.

Sumber: https://gkipi.org/bukti-kasih-allah/