CINTA KASIH ALLAH YANG BEGITU SEMPURNA Jumat 21 Agu 2026
Pw St. Pius X, Paus
Jawab Yesus kepadanya: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu (Mat 22:37)
Yeh 37:1-14 Mzm 107:2-9 Mat 22:34-40
---o---
Sabda Tuhan mengingatkan kita bahwa hukum yang utama adalah mengasihi Tuhan melebihi segala sesuatu. Ketika kita membangun relasi yang mendalam dengan-Nya, iman, kasih, dan pengharapan kita pun bertumbuh. Dalam menjalani kehidupan, kita tetap dapat merasakan damai dan sukacita, sekalipun menghadapi berbagai pergumulan dan badai, karena kita percaya bahwa Tuhan bersemayam dalam hati kita. Dari Dialah mengalir setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan kita.
Relasi ini juga menolong kita untuk mengenal, mencintai, dan menerima diri apa adanya. Seperti dikatakan oleh Santo Yohanes dari Salib, `Allah mencetak keindahan-Nya sendiri dalam diri kita.` Dalam segala ketidaksempurnaan, ketika kita membuka hati dan bekerja sama dengan rahmat Tuhan, kasih-Nya akan menyala dan mengubah hati kita.
Pada saat itulah, kita tidak lagi terfokus pada kelemahan dan kekurangan orang lain. Sebaliknya, kita mulai melihat gambaran Allah yang hadir dalam diri sesama. Sebab, Tuhanlah yang memenuhi dan menyempurnakan kasih-Nya di dalam hati kita.
(Sr. Mary Gweny, P.Karm)
Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com
