MENELADAN KERENDAHAN HATI YESUS Selasa 03 Nov 2026

weismeralda@gmail.com 03-Nov-2026 07:41:55

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Flp 2:8)

Flp 2:5 -11; Mzm 22:26 -32; Luk 14:15 - 24
---o---

Yesus Kristus adalah teladan kerendahan hati yang sempurna. Sebagai Putra Allah, Ia memiliki kemuliaan ilahi, tetapi Ia rela mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba. Ia datang ke dunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan hidup-Nya bagi keselamatan manusia. Kerendahan hati Yesus tampak dalam ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa. Ia tidak mencari kehendak-Nya sendiri, melainkan dengan penuh kasih menerima rencana Allah, bahkan ketika jalan yang harus ditempuh adalah penderitaan dan salib. Di taman Getsemani, Yesus menunjukkan penyerahan diri yang sempurna dengan berkata, `Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi` (Bdk. Mat 26:39). Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk meneladani sikap-Nya. Kerendahan hati bukan berarti merendahkan diri atau merasa tidak berharga, melain-kan menyadari bahwa segala sesuatu adalah anugerah Allah dan bersedia menjalankan kehendak-Nya. Kita dapat menunjukkan kerendahan hati melalui ketaatan, pelayanan kepada sesama, kesediaan mengampuni, dan rasa syukur dalam setiap keadaan.

(Sr. M. Yoanita, P.Karm)

Sumber:
Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"
FB: http://www.facebook.com/renunganpkarmcse
Web: http://www.renunganpkarmcse.com
   



Terima kasih sudah membaca RenunganPKarmCSE.com. Semoga menjawab kerinduan Saudara/i akan sabda-Nya yang hidup. Dan boleh semakin membawa Saudara/i pada keselamatan melalui sabda-Nya. Berbahagialah orang yang merenungkan sabda Tuhan siang dan malam.

Sumber: https://www.renunganpkarmcse.com/m.php?p=p20261103