Renungan Hari Rabu, 11 Februari 2026, Pekan Biasa V, Hari Orang Sakit Sedunia
weismeralda@gmail.com
11-Feb-2026 08:42:10
Renungan Hari Rabu, 11 Februari 2026, Pekan Biasa V, Hari Orang Sakit Sedunia
Bacaan 1 : 1 Raja-raja 10:1-9
Bacaan Injil: Markus 7:14-23
“Sumber hikmat dan kesucian hati”
Bacaan hari ini (bacaan pertama dan Injil) sangat menarik dan kontras untuk kita renungan bersama mengenai: melihat “luar” dan memeriksa “dalam”. Bacaan pertama dikisahkan ratu Syeba penasaran tentang Salomo, raja Yerusalem pengganti raja Daud membuatnya jauh-jauh dari Syeba (sekarang negara Yaman) dengan jarak tempuh 2-3 bulan (sekali jalan) hanya untuk menguji hikmat Salomo. Perjalanan yang dilakukan ratu negeri Syeba bukanlah kunjungan wisata, namun misi diplomatik dan perdagangan tingkat tinggi (rempah-rempah, emas, batu permata) yang mengubah peta ekonomi wilayah tersebut pada masa itu. Pertemuan dengan Salomo, membuatnya mengakui akan Tuhan yang menetapkan Salomo sebagai raja yang berhikmat (ayat 9). Hikmat Salomo dalam mengatur kerajaannya, sebagai satu contoh bagaimana berkat Tuhan yang dikelola dengan bijak dapat menjadi kesaksian bagi orang lain.
Sekarang kita beralih ke Bacaan Injil, Markus 7:14-23, Yesus mengingatkan kita bahwa penampilan luar (apa yang kita makan dan ritual cuci tangan) tidak menentukan kesucian kita di hadapan Allah. Justru yang menjadi masalah utama manusia bukan terletak pada apa yang masuk ke mulut, melainkan apa yang keluar dari hati. Hati sebagai “dapur” untuk mengolah dan mentransformasi yang jahat, yaitu niat jahat, pikiran jahat dan keserakahan menjadi lebih baik dan menjadi layak untuk dikonsumsi oleh orang lain. Sebagaimana pengalaman raja Salomo dan nasehat Yesus, kita perlu membangun kesadaran untuk menjadikan ruang batin (hati-internal) sebagai pijakan untuk menghasilkan hikmat dan kesucian diri. Allah menaruh hikmat dan kebijaksanaan dalam hati setiap manusia. Jadikanlah hati kita sebagai “dapur” yang senantiasa memberikan dan mengeluarkan hikmat dan kasih Tuhan untuk kemuliaan-Nya dan perpanjangan tangan kasih Tuhan pada sesama.
Kedua bacaan hari ini mengajak kita untuk mengevaluasi “pusat kendali” hidup kita, yaitu ruang batin dalam hati dan pikiran. Belajar dari raja Salomo, hikmat dan kebijaksanaannya bersumber pada Allah. Raja Salomo berserah kepada kehendak Allah. Ruang batinnya (hatinya) selalu terisi oleh kesadaran rohani dan roh Ilahi. Raja Salomo selalu membuka ruang hatinya di isi oleh kekuatan Sabda, doa dan korban di misbah. Sehingga ruang batin (hati) mampu memproduksi kata-kata hikmat dan berkat bagi orang yang dilayaninya. Menjadi pengikut Kristus, berarti kita selalu memohon kepada Tuhan, sang sumber hikmat, untuk menyalurkan hikmatnya ke dalam hati kita. Setiap hari kita menciptakan ruang hening, devosi, Ekaristi, ruang Sabda agar ruang batin kita selalu terisi. Sehingga, dari dalam hati mengalir kata-kata berkat dan hikmat. Seperti kisah raja Salomo yang mengubah ruang batin ratu Syeba menjadi percaya kepada Tuhan.
Pertanyaan refleksi bagi kita:
• Apakah kita selalu mengisi ruang batin (hati) dengan doa, Sabda dan Ekaristi?
• Apakah cara kita bekerja, bersikap dan bertutur kata mampu membuat orang lain menjadi lebih dekat dengan Allah? Ingat kisah raja Salomo dan ratu Syeba.
• Apakah kita lebih sibuk menjaga “ruang luar” atau “ruang dalam” (ruang batin)? Apa yang orang lihat daripada apa yang Tuhan lihat.
Tuhan Yesus Memberkati.
Doa singkat: Tuhan yang Mahakuasa, kami bersyukur untuk kehidupan yang Engkau berikan kepada kami sampai hari ini. Kami persembahkan apa yang akan kami kerjakan dan katakan sepanjang hari ini senantiasa memberikan yang terbaik untuk-Mu dan sesama pada kemuliaan-Mu dan kehendak-Mu. Biarlah kasih-Mu senantiasa menyertai dan membimbing langkah hidup kami dan keputusan kami di sepanjang hari ini dan memampukan kami menjalani hari ini dengan penuh harapan, sukacita dan damai dari-Mu. Doa ini, kami persembahkan ke dalam tangan kasih-Mu dengan perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
