Renungan Hari Rabu, 15 April 2026, Hari Rabu Pekan II Paskah
weismeralda@gmail.com
15-Apr-2026 07:52:35
Bacaan 1: Kisah Para Rasul 5:17-26
Bacaan Injil: Yohanes 3:16-21
“Terang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi ”
Quote dari eKatolik: “Wake up with faith, walk with grace, rest in His peace” (Bangunlah dengan iman, berjalanlah dengan kasih karunia, beristirahatlah dalam damai-Nya).
Hari ini, pekan Paskah II, kobaran api Paskah dan kebangkitan-Nya masih berkobar dalam hati kita. Kebangkitan-Nya membawa kita pada hidup baru, manusia baru dan tentunya kasih dalam hati terus menerus diperbaharui. Bacaan pertama hari ini, Kisah Para Rasul 5:17-26, mengajak kita untuk mengikuti iman para rasul yang ditangkap dan dipenjara namun mereka dibebaskan oleh malaikat Tuhan. Kebebasan yang mereka dapatkan bukan untuk melarikan diri bahkan bersembunyi, justru malah diperintahkan untuk terus memberitakan “seluruh firman hidup kepada orang banyak” (keselamatan yang ditawarkan melalui Kristus yang bangkit).
Sekarang ini, tanpa kita sadari, dunia terasa seperti “penjara” yang tertutup rapat. Dunia yang mengalami situasi ekonomi yang sulit sering kali menjadi “penjara” mental bagi kita. Inflasi yang fluktuatif, disrupsi teknologi yang mengancam lapangan kerja, ketidakpastian geopolitik menciptakan awan gelap dalam perekonomian global, isu-isu yang akan terjadi dalam dunia, tanpa kita sadari menjadikan kita cemas dan cenderung menjadi egois, menimbun karena takut kekurangan, atau kehilangan integritas demi bertahan hidup. Malaikat Tuhan datang ke dalam penjara para rasul, membuka pintu penjara di malam hari untuk membawa para rasul dibebaskan untuk mereka mewartakan harapan. Begitu juga Paskah mengingatkan kita bahwa pintu itu telah dibuka bagi kita. Kita dipanggil untuk tidak membiarkan ketakutan ekonomi mendikte moralitas kita.
Begitu juga Injil Yohanes 3:16-21 membuktikan bahwa kasih Allah bersifat universal dan konkret. Cahaya Kristus telah datang memancarkan terang dalam “dunia” kita yang sedang berada dalam keruwetan sistem ekonomi dan perjuangan hidup sehari-hari. Apakah kita tetap berani memilih percaya pada penyelenggaraan Ilahi (Terang Kristus) atau memilih jalan gelap? Untuk itu, hiduplah dalam Terang Kristus dengan tetap memilih bekerja dengan jujur, tetap memiliki integritas dalam diri kita dengan selalu menunjukkan martabat sebagai anak Allah, menjadi saluran berkat bagi sesama dengan membentuk komunitas-komunitas kecil untuk membangun ekonomi jemaat. Daripada kita terjebak dalam berita-berita dunia yang merusak mental, lebih baik memilih untuk membatasi kecemasan dengan berjuang untuk mengalihkan energi kita membangun kreativitas maupun ketrampilan baru yang bisa mengubah keadaan atau situasi yang lebih baik. Percayalah bahwa Tuhan selalu menyediakan “pintu keluar” yang tak terduga bagi kita anak-anak-Nya.
Ekonomi boleh goncang, namun dasar hidup kita, kasih Allah, janganlah pernah mengalami inflasi maupun kehancuran. Tetaplah teguh kuat iman kita pada Tuhan yang menyelenggarakan hidup yang luar biasa untuk kita dan tetaplah menjadi pewarta firman kehidupan di Tengah dunia yang sedang cemas. Tuhan Yesus Memberkati.
Doa singkat: Bapa yang penuh kasih, engkau telah memberikan Tuhan Yesus yang bangkit dalam hati kami. Ingatkanlah kami akan kasih Bapa yang begitu besar tercurah dalam hati kami. Bebaskanlah kami dari penjara kecemasan. Bantulah kami untuk tetap teguh kuat iman dan mampukan untuk tetap berdiri dalam Terang-Mu, melakukan apa yang benar, dan percaya akan penyertaan-Mu yang senantiasa menyertai kami sampai akhir hidup kami, Amin.
