Renungan Hari Rabu, 18 Februari 2026, Hari Rabu Abu, Pantang dan Puasa.
weismeralda@gmail.com
18-Feb-2026 08:21:44
Bacaan 1 : Yoel 2:12-18
Bacaan II : 2 Korintus 5:20-6:2
Bacaan Injil : Matius 6:1-6, 16-18
“Siapkah memasuki Retret Agung?”
Hari ini, sudahkah Anda menerima Abu sebagai tanda mau dan siap memasuki masa Prapaskah sebagai masa Retret Agung selama 40 hari, memberikan diri melakukan perjalanan pertobatan dengan membiarkan diri disentuh oleh Sabda Allah dan menerima-Nya dengan rendah hati dan terbuka menyambut kemuliaan-Nya nantinya.
Pesan Paus Leo XIV dalam masa Prapaskah 2026: Mendengarkan dan Berpuasa Masa Prapaskah sebagai waktu pertobatan, dengan rendah hati dan terbuka membiarkan anugerah Sabda Allah masuk dan berada dalam ruang hati kita yang kita sediakan bagi-Nya untuk mengerjakan perubahan-perubahan dalam diri kita. Begitu juga pesan dari Mgr Robertus Rubiatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang dalam Surat Gembala Prapaskah 2026: Prapaskah adalah masa penuh rahmat yang mengajak kita menepi sejenak untuk menata hati dan memperbaharui arah hidup agar hidup kita semakin selaras dengan kehendak Allah dan semakin peka terhadap sesama dalam Sabda Tuhan memberi terang yang sangat kuat bagi langkah kita memasuki Retret Agung.
Rabu abu bukan hanya kita menerima abu di dahi saja tetapi kita diajak oleh Yesus untuk masuk lebih dalam pada pertobatan batin. Abu mengingatkan bahwa kita fana (Kejadian 3:19), kita berdosa dan kita memerlukan rahmat Allah.
Bacaan 1 dari Yoel 2:12-18, Nabi Yoel mengajak kita untuk persiapan Retret Agung sebagai gerakan hati dengan melepaskan gengsi dan “mengoyakkan hati” untuk mohon rahmat belas kasih Allah yang tidak terbatas merajai hati kita.
Bacaan 2 dari 2 Korintus 5:20-6:2, Rasul Paulus mengingatkan bahkan menegaskan kepada kita sebagai utusan-utusan Kristus dan menjadikan Retret Agung dalam masa Prapaskah ini sebagai momen rekonsiliasi.
Bacaan Injil dari Matius 6:1-6, 16-18, Yesus mengajarkan kepada kita dalam menjalankan Retret Agung, kita diajak untuk melakukan perbuatan secara anonim (berderma, berdoa dan berpuasa dengan kerahasiaan/dalam diam). Masa Prapaskah sebagai masa Retret Agung dengan menjalankan pantang dan puasa untuk mendekatkan diri dengan membuka hati, menata hati dan memperbaharui arah hidup kita sesuai dan seturut dengan Sabda dan Kehendak-Nya. Tak lupa kita juga mendoakan saudari/saudara kita yang beragama Islam yang juga akan memulai puasa mereka mulai tanggal 19 atau 20 Februari.
Rabu Abu, melalui ajakan Nabi Yoel, Rasul Paulus dan Tuhan Yesus sebagai undangan untuk melakukan perubahan hati yang nyata menjadikan ruang batin kita intim dengan Tuhan Yesus. Jadikanlah masa Prapaskah yang kita mulai hari ini sebagai kesempatan berharga untuk “mengoyakkan hati” kita yang mungkin telah mengeras oleh rutinitas dengan mempraktikkan doa, puasa, dan amal “di tempat tersembunyi”. Akhirnya, peziarahan iman ini bukanlah tentang menjadi sempurna di mata dunia, tetapi tentang menjadi utuh di hadapan Tuhan yang memulihkan kita dalam kasih-Nya yang tak terbatas.
Selamat memasuki masa Prapaskah, menapaki perjalanan Retret Agung selama 40 hari ke depan. Tuhan Yesus Memberkati.
