Renungan Hari Rabu, 2 September 2026, Pekan Biasa XXII

weismeralda@gmail.com 02-Sep-2026 07:45:23

Bacaan 1: 1 Korintus 3:1-9
Bacaan Injil: Lukas 4:38-44

MENJADI REKAN KERJA ALLAH: FOKUS PADA MISI, BUKAN POPULARITAS

Apakah Anda pernah mendengar “dokter spesialis gelandangan” maupun rumah sakit apung? Dokter Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes dikenal sebagai “dokter spesialis gelandangan” di Surabaya karena secara proaktif mendatangi dan merawat pasien di daerah kumuh, bentaran sungai, hingga kolong jembatan. Sementara itu, dokter Lie Darmawan mendirikan rumah sakit apung pertama di Indonesia untuk melayani kesehatan warga miskin di daerah terpencil dan pesisir. Keduanya melayani kaum marjinal dengan tulus, berfokus pada misi kemanusiaan dan iman, bukan untuk mencari popularitas.

Hari ini kita mau belajar dari Rasul Paulus dalam bacaan pertama, 1 Korintus 3:1-9. Rasul Paulus menegur jemaat Korintus yang masih kekanak-kanakan secara rohani karena terpecah menjadi kubu Paulus dan kubu Apolos. Mereka terlalu mengagungkan pemimpin manusia, sehingga Paulus menegaskan bahwa pemimpin hanyalah pelayan (bahasa Yunani = diakonos = διάκονος), yakni rekan kerja Allah yang bertugas mewartakan Yesus Kristus yang bangkit dan menyelamatkan. Paulus menjelaskan perannya dengan sederhana: ia yang menanam, Apolos yang menyiram, tetapi Allah-lah yang memberi pertumbuhan (ayat 6). Jadi, yang utama bukan siapa pemimpinnya, melainkan karya Allah sendiri.

Paulus dalam bacaan pertama (1 Korintus 3:1-9), mengajak kita menjadi rekan sekerja Allah (bahasa Yunani = synergoi = συνεργοί). Tugas kita sebagai pelayan hanya “menanam” dan “menyiram”, sedangkan Allah-lah yang memberi pertumbuhan. Hal ini mengingatkan kita untuk tidak menjadi sombong secara rohani, karena setiap keberhasilan adalah murni anugerah Allah, bukan karena kehebatan kita sendiri.

Contoh: saat Anda memimpin tim dan sukses menyelesaikan proyek, ingatlah bahwa keberhasilan itu adalah anugerah Tuhan yang wajib disyukuri. Jangan terjebak dalam kebanggaan, tetapi wujudkan syukur dengan terus maju menghadapi tantangan baru dan membantu rekan yang sedang kesulitan. Jadilah rekan kerja Allah yang rendah hati dan berani melayani sesama.

Begitu juga Yesus menunjukkan diri-Nya menjadi rekan kerja Allah. Bacaan Injil Lukas 4:38-44, Yesus memulai pelayanan-Nya yang sederhana yakni: menyembuhkan ibu mertua Petrus, bahkan menyembuhkan banyak orang dan mengusir setan. Saat orang banyak mencari-Nya dan berusaha menahan-Nya untuk tetap di Kapernaum, Yesus justru menolak dan tidak “terjebak” dalam popularitas dan kenyamanan. Ia justru pergi ke tempat sunyi, lalu bertekad pergi ke kota-kota lain untuk mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus (ayat 42-43). Ini menunjukkan ketaatan mutlak Yesus pada misi Bapa-Nya: fokus melakukan kehendak Allah, bukan mencari kenyamanan diri-Nya.

Kedua bacaan hari ini mengajak kita untuk memiliki hati yang bebas. Mau menjadi “rekan sekerja Allah”, tidak terikat pada ego, popularitas, bahkan keinginan untuk di puji. Mari, kita belajar dari Yesus untuk tidak terjebak dalam zona nyaman akan kesuksesan. Mari, kita jadikan diri kita terus bergerak ke “kota-kota lain”, ke tempat-tempat baru di mana kasih Allah masih perlu diwartakan.

Tuhan Yesus Memberkati.

Sumber: https://web.whatsapp.com/sringnawati