Renungan Hari Rabu, 20 Mei 2026, Paskah VII

weismeralda@gmail.com 20-May-2026 07:44:32

Renungan Hari Rabu, 20 Mei 2026, Paskah VII
Bacaan 1: Kisah Para Rasul 20:28-38
Bacaan Injil: Yohanes 17:11b-19

MENJAGA YANG DITITIPKAN, MENGUDUSKAN YANG DIUTUS

Berkah Dalem,

Hari ini kita masih berada di masa Novena Pentakosta, masa penantian akan Roh Kudus. Kita patut bersyukur karena Yesus tetaplah bersama kita dalam Roh Kudus yang akan kita terima di hari minggu, 24 Mei 2026, Hari Raya Pentakosta. Terlebih lagi, kita patut bangga, bahagia dan bersyukur di hari minggu, 17 Mei 2026, senin-kamis, 19-21 Mei 2026, dalam bacaan Injil, kita didoakan oleh Yesus kepada Bapa-Nya. Begitu juga bacaan di hari ini, baik bacaan pertama dari Kisah Para rasul 20:28-38 dan bacaan Injil dari Yohanes 17:11b-19, sarat dengan kisah yang sama yaitu Paulus dan Yesus sama-sama pergi meninggalkan komunitas (Paulus meninggalkan jemaat di Efesus, Yesus meninggalkan para murid-Nya. Mereka sama-sama pergi meninggalkan komunitas mereka masing-masing, namun juga memikirkan nasib komunitas yang mereka tinggalkan di dalam dunia yang penuh dengan serigala dan perpecahan.

Paulus dalam Kisah Para Rasul 20:28-38, mengingatkan dengan keras kepada para penatua di Efesus untuk waspada akan serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah jemaat, dan tidak akan menyayangkan kawanan (komunitas/jemaat) didalamnya. Terlihat bahwa kata-kata Paulus kepada para penatua di Efesus akan menghadapi ancaman yang bukan hanya dari luar (penganiayaan Romawi), melainkan dari dalam komunitas itu sendiri yang memberikan ajaran palsu, memutarbalikkan kebenaran untuk menarik murid-murid mengikutinya (ayat 30). Namun, Paulus tetap memberikan spirit kepada mereka dan dinyatakannya dengan kata-kata dalam ayat 32, “Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya. Perkataan yang menjadi untaian doa yang dikatakan oleh Paulus kepada Tuhan, juga dikatakan oleh Yesus kepada Bapa-Nya untuk kita.

Injil Yohanes 17:11b-19, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya untuk memelihara kita (ayat 11b), menguduskan kita dalam kebenaran (ayat 17), Yesus tidak meminta Bapa mengambil kita dari dunia yang merupakan medan misi kita, namun, Yesus meminta pada Bapa-Nya untuk kita tidak kehilangan “kekudusan” kita sebagai murid Kristus. Yesus “menitipkan” kita kepada Bapa-Nya dengan memberikan Roh Kudus di tengah-tengah kita, menjaga kita yang “dititipkan” Bapa kepada Yesus, dan “menguduskan” yang diutus Bapa kepada kita. Terlebih saat-saat sekarang ini hingga hari minggu, menanatikan Pentakosta, meminta karunia-karunia Roh Kudus untuk mengudukan kita untuk berani menolak arus duniawi dalam hedonism, pornografi, konsumerisme yang sedang mengikis iman kita. Kita meminta karunia Roh Kudus bukan untuk diri kita, namun juga untuk sesama, membangun iman, kasih dan harapan pada Tuhan bagi saudari-saudara kita. Kita mohonkan karunia-karunia Roh Kudus bagi saudari-saudara kita yang sedang berada dalam krisis iman, ketidakadilan, kelaparan, kemiskinan, sakit penyakit, mereka yang menjadi korban perang, bencana alam maupun kecelakaan. Mari kita belajar dari Paulus dan Yesus untuk menjaga sesama yang dititipkan dengan memelihara kesatuan, menjaga sesama kita dari perpecahan, dan membawa hidup kita dikuduskan oleh firman-Nya. Bersama dengan seluruh Gereja Katolik di dunia, mari kita sungguh-sungguh bawa diri kita, mempersiapkan hati kita untuk menerima karunia-karunia Roh Kudus di hari minggu nanti. Tuhan Yesus Memberkati kita semua, Amin.

Doa singkat: Bapa yang Kudus, jagalah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk menguduskan pikiran, perkataan, dan perbuatan kami di sepanjang hari ini, supaya kami tidak mengikuti keinginan dunia, melainkan menjadi saksi-saksi-Mu yang membawa iman, kasih dan harapan. Doa kami ini, kami satukan dengan perantaraan Kristus, Putra-Mu yang hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin.

Sumber: https://web.whatsapp.com/Sr Ingnawati