Renungan Hari Rabu, 28 Januari 2026, Pekan Biasa III, PW Santo Thomas Aquinas, Imam dan Pujangga Gereja
Bacaan 1 : 2 Samuel 7:4-17
“Memuliakan Tuhan Melalui Bumi dan Bakti”
Bacaan hari ini terutama bacaan pertama mengenai permenungan tentang sikap ayah terhadap anaknya (antara Allah dengan Daud) sedangkan bacaan Injil mengisahkan tentang kualitas hati sebagai tanah.
Bacaan 1 dari 2 Samuel 7:4-17, inti dari teks ini adalah “Perjanjian Daud (Davidic Covenant). Tuhan berbicara melalui nabi Natan untuk membalas niat Daud membangun Bait Suci dengan janji bahwa Tuhanlah yang akan membangun “keluarga” (dinasti) bagi Daud. Dalam bacaan ini, ada kata Bayit (בַּיִת) muncul berulang kali dengan makna ganda yang kontras. Daud ingin membangun bayit (rumah/gedung fisik) bagi Tuhan, tetapi Tuhan berjanji akan membangunkan Daud sebuah bayit (keturunan/dinasti). Ayat 15, terlihat Hesed (חֶסֶד) (kasih setia/kesetiaan perjanjian) Allah kepada Daud dengan penekanan pada “Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.” Hesed bukan sekadar perasaan cinta, melainkan komitmen setia yang mengikat dalam sebuah perjanjian (covenant).
Sekarang kita beralih ke Bacaan Injil, Markus 4:1-20, ada kata:
* Logos (λόγος)/Firman sebagai benih, adanya kekuatan dinamis Allah yang mampu mengubah realitas jika kita mengimaninya.
* Akouo (ἀκούω)/mendengar yang tidak hanya berarti menangkap suara secara fisik, tetapi mengandung makna "taat" atau "memahami secara mendalam".
* Paradechontai (παραδέχονται)/menerima, menyambut atau mengambil bagi diri sendiri. dalam hal ini digunakan untuk tanah yang baik (ay. 20): menunjukkan keterbukaan hati yang aktif, bukan sekadar pasif.
* Karpophorousin (καρποφοροῦσιν)/menghasilkan buah. Penekanan Injil Markus bukan pada seberapa cepat benih tumbuh, melainkan pada hasil akhirnya (fruitfulness).
Hari ini, Gereja merayakan Santo Thomas Aquinas, seorang teolog besar yang hidupnya adalah contoh “tanah yang baik” dengan menerima Logos dengan kecerdasan budi dan kesucian hati dan menghasilkan “buah” yang luar biasa dengan karya-karya teologinya bagi Gereja. Dari dua bacaan ini, antara janji Tuhan kepada Daud dan perumpamaan penabur terdapat benang merah bahwa kesetiaan Tuhan dalam menabur janji-Nya dan tanggung jawab kita untuk menjadi tempat yang subur bagi penggenapan janji tersebut.
Pemahaman dalam realita kehidupan keberhasilan Anda bukan semata karena kekuatan otot atau kecerdasan strategi tetapi semuanya itu karena penyertaan Tuhan. Di sisi lain, kualitas hati sebagai tanah terdapat makna:
- Tanah di pinggir jalan maksudnya pekerjaan yang dilakukan sekadar rutinitas tanpa makna
- Tanah berbatu maksudnya awal-awal bersemangat tetapi di saat menghadapi situasi pelik (harga komoditas anjlok, keuangan operasional menipis, kondisi ekonomi yang tidak bisa ditebak arahnya mau ke mana, adanya permasalahan dalam keluarga) membuat menyerah
- Semak duri maksudnya kekhawatiran akan harta dan ambisi jabatan akhirnya tidak memanusiakan manusia
- Tanah yang baik maksudnya hati yang subur dengan tanggung jawab/hati yang tulus, bekerja dengan jujur, bijak dalam mengambil keputusan maupun bijak dalam berelasi dengan sesama tentunya akan menjadi tanah yang menghasilkan buah berlipat ganda
Percaya bahwa Tuhan punya rencana “Rumah” yang lebih besar, jangan biarkan hati menjadi keras atau berbatu karena kecewa tetapi ingatlah bahwa semua itu anugerah (inisiatif Tuhan), bukan karena hebatnya Anda, hasilkanlah buah berlipat ganda untuk menjadi berkat bagi orang lain/sesama. Tuhan Yesus Memberkati Anda.
Doa singkat: Allah Tritunggal, Bapa, Putra dan Roh Kudus, kami bersyukur dan berterima kasih akan nafas kehidupan baru senantiasa Engkau berkati dan lindungi. Tuhan, pimpinlah dan bimbinglah langkah kami sepanjang hari ini dalam usaha dan karya kami. Biarkanlah kasih-Mu senantiasa menyertai setiap langkah kami dalam pekerjaan dan mengambil keputusan dengan bijak, tulus dan percaya akan penyelenggaraan-Mu. Mampukan kami senantiasa menjalani hari ini dengan damai, penuh harapan, dan sukacita yang datang hanya dari-Mu. Semua doa ini, kami persembahkan dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami, Amin.
Sumber: https://web.whatsapp.com/
