Renungan Hari Rabu, 29 April 2026, Peringatan Wajib (PW) Santa Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja

weismeralda@gmail.com 29-Apr-2026 07:53:03

Bacaan 1: Kisah Para Rasul 12:24 – 13:5a
Bacaan Injil: Yohanes 12:44-50

“Terang Keselamatan”
Untuk menjadi sebuah vas bunga yang indah, tentunya menjalani proses tempaan dari tanah liat yang dihaluskan, dibentuk menjadi bulatan atau lempengan dasar sebagai pijakan vas sampai menjadi bentuk yang diinginkan. Kemudian dihaluskan, diberi hiasan entah itu bentuk daun, bunga atau tekstur yang mempercantik tampilan vas. Setelah itu masuk pada proses pengeringan di bawah sinar matahari atau diangin-anginkan selama berhari-hari sampai kering dan keras barulah di bakar dalam oven khusus atau tungku dengan suhu tinggi. Barulah proses finishing dengan mewarnai vas tersebut dengan cat akrilik supaya terlihat lebih artistik dan estetik dan akhirnya di varnish/pernis untuk membuat vas berkilau/glossy/matte. Proses inilah yang akhirnya menjadikan vas bisa bernilai dan mempunyai harga tinggi. Proses pembentukan tanah liat menjadi sebuah vas bunga yang cantik, indah dan berharga tinggi begitulah proses diri kita untuk beriman pada Tuhan.
Kisah Para Rasul 12:24-13:5a, ditengah keadaan yang mengancam hidup dan menggoncang iman para rasul, membawa mereka pada kesadaran akan panggilan Ilahi yaitu memberitakan Firman Tuhan bahkan Firman Tuhan tidak dapat dibelenggu. Proses perjalanan iman para murid pertama yang mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus membawa mereka pada jawaban dan aksi nyata dengan menjawab panggilan-Nya untuk mengikuti-Nya. Proses iman yang dialami oleh para murid pertama dirasakan bahkan berdampak pada para rasul seperti Saulus, Barnabas bersama dengan rekan kerjanya untuk membawa terang keselamatan sampai pada kita sekarang ini. Perjalanan Barnabas dan Saulus mendapatkan dukungan dari jemaat Antiokhia dengan melakukan doa dan puasa untuk meneguhkan iman Saulus dan Barnabas. Proses iman Saulus dan Barnabas membawa mereka bukan pada ambisi pribadi, melainkan pada kesadaran akan panggilan Ilahi untuk memberikan waktu untuk doa dan puasa sebelum melangkah dan terutama mengikuti inisiatif Roh Kudus. Pertumbuhan iman maupun Gereja bukanlah hasil manajemen organisasi yang hebat, namun dari ketaatan pada Gerak Roh Kudus. Begitu juga dalam sebuah perusahaan maupun organisasi yang kita jalankan, hendaklah menyediakan waktu untuk berdoa dan mohon terang Roh Kudus membimbing dan menguasai diri kita.
Proses iman yang dialami oleh para rasul termasuk kita, membawa pada iman percaya akan Yesus yang datang ke dunia sebagai terang (Yohanes 12:44-50). Yesus datang sebagai utusan Bapa yang sudah pasti utusan yang sempurna. Perkataan Yesus dalam Injil Yohanes ini, jelas menunjukkan hubungan yang begitu era tantara Bapa dan Anak (Yesus) yang pastinya Yesus taat dan mendengar Bapa-Nya, menjalankan apa yang menjadi kehendak Bapa-Nya (ayat 49-50). Bahkan penghakiman yang dimaksud oleh Yesus (ayat 47) adalah orang yang menolak Firman, ia menghakimi dirinya sendiri dengan memilih kegelapan daripada terang. Menerima Yesus (Terang), pilihan hidup yang menuntut respon ya atau tidak. Terkadang tanpa kita sadari kita seringkali mendapat teguran dari Firman Tuhan akan sikap maupun cara hidup kita yang tidak sesuai dengan Firman-Nya. Jangan melihat teguran itu sebagai hukuman, melainkan sebagai cara Tuhan menarik kita keluar dari “kegelapan” akan kebiasaan buruk kita menuju pada “Terang-Nya”, Terang Keselamatan Tuhan. Saat kita mendapatkan teguran maupun SP saat bekerja, jadikanlah sebagai kasih Tuhan mengajak kita untuk perbaikan cara kerja kita. Hal itu menjadi bentuk proses pembentukan iman dalam sikap dan cara hidup kita. Jadilah dan bawalah Terang Keselamatan dalam hidup kita dan sesama. Tuhan Yesus Memberkati.

Sumber: https://web.whatsapp.com/Sr Ingnawati