Renungan Hari Rabu, 30 September 2026, PW Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

weismeralda@gmail.com 30-Sep-2026 06:51:32

Renungan Hari Rabu, 30 September 2026, PW Santo Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja 
Bacaan 1: Ayub 9:1-12, 14-16
Bacaan Injil: Lukas 9:57-62

KETERBATASAN MANUSIA dan PANGGILAN RADIKAL

Hari ini Gereja memperingati Santo Hieronimus, seorang Pujangga Gereja yang terkenal dengan pernyataannya: “Kebodohan akan Kitab Suci adalah kebodohan akan Kristus”. Ia mendedikasikan hidupnya untuk menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Latin (Vulgata) yang menjadi cikal bakal terjemahan ke berbagai bahasa. Bacaan hari ini mengajak kita merenungkan kedaulatan mutlak Allah dalam Ayub 9:1-12, 14-16 dan panggilan radikal mengikuti Yesus, yaitu panggilan tanpa kompromi yang menuntut komitmen mutlak, tanpa syarat.

Kisah Ayub selalu menjadi perdebatan bagi orang-orang dalam mempelajari Kitab Suci. Banyak orang mempertanyakan mengapa Allah menimpakan malapetaka besar pada hidup Ayub yang adalah orang benar? Namun, kita tetap percaya Allah senantiasa ada. Dalam pergulatan batinnya, Ayub tetap mengakui bahwa Allah Mahakuasa dan Mahabijaksana, meskipun ia merasa hidupnya terintimidasi. Ayub merasa Allah bertindak sebagai “hakim sekaligus penggugat.” Di tahap ini, Ayub belum sepenuhnya mengerti dan memahami bahwa kuasa Allah itu mutlak dan tetap memberikan kebaikan, kasih, serta keadilan yang terkadang sulit dimengerti. Kitab Suci memberikan penegasan bahwa Yahwe adalah satu-satunya Tuhan yang menaklukkan kekacauan, mengendalikan ombak lautan yang ganas, dan mengatur seluruh tata surya tanpa perlu bantuan dari dewa-dewa lain.

Ayub memenuhi panggilannya sebagai orang yang beriman, yang percaya akan kemahadasyatan Allah dalam perjalanan hidupnya. Begitu juga Injil Lukas 9:57-62 menampilkan tiga murid yang bercakap-cakap dengan Yesus. Murid pertama (ayat 57-58) bersedia mengikuti Yesus ke mana pun. Yesus pun memberikan tanggapan dengan mengatakan: “ Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya”. Pernyataan Yesus ini menjelaskan bahwa mengikuti-Nya harus siap sedia dan berani untuk hidup tahan uji, tidak terikat/melekat pada materi, dan tidak cemas akan jaminan duniawi. Menjadi murid Kristus harus siap hidup dalam ketidakpastian demi misi.

Yesus memberikan ajakan kepada murid kedua, tetapi murid tersebut meminta ijin (ayat 59-60) untuk merawat orang tuanya sampai mereka wafat dan mengurus pemakamannya sampai selesai. Permintaan murid kedua itu di tolak oleh Yesus dengan mengatakan, “Biarlah orang mati menguburkan orang mati.” Yesus memberikan penegasan: panggilan Tuhan harus dijawab sekarang dan tidak bisa ditunda. Karena mewartakan Injil jauh lebih mendesak daripada kewajiban duniawi.

Sedangkan murid ketiga memberikan alasan untuk mengikuti Yesus dengan mengatakan, “Aku akan mengikuti Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Yesus pun menegaskan, “Setiap orang yang siap untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” Kata “membajak” di sini menggambarkan kondisi orang yang hatinya terbagi. Kegiatan membajak memerlukan fokus lurus ke depan, bukan menengok ke belakang karena menengok ke belakang berarti tidak layak bagi Kerajaan Allah.

Sebagai contoh dalam kehidupan kita sehari-hari, apapun panggilan kita, baik sebagai pekerja, pemimpin, maupun dalam tugas dan tanggungjawab lainnya, berikanlah waktu untuk berdoa saat bangun tidur maupun sebelum mulai melakukan aktifitas. Ketika berdoa bersama keluarga, rekan kerja, atau dalam kegiatan bersama, tinggalkan kesibukan Anda, senyapkan ponsel Anda, dan fokuslah 100% pada orang-orang di hadapan Anda serta pada tugas yang sedang Anda kerjakan, sebagai bentuk persembahan kepada Tuhan.

Panggilan Tuhan harus dijawab sekarang dan tidak bisa ditunda. Mengikuti Kristus berarti siap melepaskan diri dari ikatan duniawi demi kepastian Kerajaan Surga. Jadikanlah setiap langkah kita sebagai wujud ketaatan penuh. Mari kita tundukkan hati, pikiran, dan seluruh hidup kita pada kedaulatan mutlak Allah sebagai murid Kristus yang setia. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Jadikan hati kita, hidup kita pada kedaulatan mutlak Allah sebagai seorang murid. Tuhan Yesus Memberkati kita.

Sumber: web.whatsapp.com/sringnawati