Renungan Hari Rabu, 6 Mei 2026, Paskah V

weismeralda@gmail.com 06-May-2026 07:52:50


Bacaan 1: Kisah Para Rasul 15:1-6
Bacaan Injil: Yohanes 15:1-8

“TETAP MELEKAT pada POKOK ANGGUR di TENGAH PERUBAHAN”

Pernahkah Anda memperhatikan pertumbuhan pohon anggur?Pertumbuhan pohon anggur tidak menjalar begitu saja. Sebelum ranting bertumbuh, pohon anggur memulai dengan fase pertama: dormansi (istirahat) ditandai dengan daun-daun berguguran dan pohon terlihat seperti mati. Saat itulah ada proses cadangan makanan terkonsentrasi di dalam batang dan akar. Setelah fase ini, fase pemangkasan (pruning) yang menandakan tumbuhnya ranting baru. Pemangkasan ranting lama atau cabang tersier di potong dengan menyisakan ruas ke-3 hingga ke-8 tergantung varietas pohon anggurnya. Dari pemangkasan ini keluar air dari bekas potongan dan mata tunas baru untuk pecah dan tumbuh selama 1-2 minggu.
Dari matatunas yang membengkak dan memecah muncul tunas vegetative kecil berwarna hijau yang membawa calon daun muda. Saat itulah tunas kecil akan tumbuh memanjang dengan cepat menjadi ranting yang aktif. Bukan hanya itu saja, daun pun tumbuh, ranting anggur akan mengeluarkan sulur (organ seperti spiral untuk merambat) menjadi ranting yang tumbuh besar dan sehat menandakan rantingnya subur. Setelah itu muncul bakal bunga (inisiasi bunga) di ruas (buku) tertentu yang ada pada ranting muda yang baru tumbuh, akan muncul bakal bunga seperti brokoli mini (cluster). Dalam pertumbuhannya, kalau tidak dipangkas ujungnya, ranting akan terus memanjang dan tumbuh ke atas mencari sinar matahari. Hal ini perlu dilakukan topping (memotong ujung ranting yang terlalu panjang) agar nutrisi fokus pada pembesaran buah. Saat ranting berubah menjadi coklat, mengeras, dan berkayu, saatnya anggur siap untuk di panen,dan cabangnya (cabang produktif) siap untuk dipangkas lagi pada siklus pembuahan berikutnya.
Apa hubungannya cara bercocok tanam pohon anggur dengan bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 15:1-6 dengan bacaan Injil dari Yohanes 15:1-8? Sang pemilik kebun anggur yang mempunyai kebun anggur yang sedang berkembang pesat tentunya akan mengamati tumbuh kembang ranting sampai bisa mengarah pada buah. Kisah Para Rasul 15:1-6 dihadapkan pada ketegangan dari beberapa penjaga kebun yang lama yang justru malah memangkas setiap ranting yang baru tumbuh dan malah tetap mempertahankan pola ranting kuno/lama supaya bisa dianggap sebagai bagian dari kebun tersebut. Mereka lupa kalau yang terpenting bukan dari arah rambatan ranting melainkan apakah ranting masih menghisap sari pati dari satu pokok anggur yang sama (Yesus sang pokok anggur dalam Yohanes 15:1-8).
Inilah yang terjadi dalam Gereja perdana di Kisah Para Rasul 15:1-6. Mereka mengalami “krisis pertumbuhan”. Paulus dan Barnabas dihadapkan pada perdebatan antara orang Yahudi dan non-Yahudi yang sudah menjadi bagian dalam Gereja perdana. Orang Yahudi menuntut orang non-Yahudi harus mengikuti adat istiadat lama (sunat) yang sudah dijalankan turun-temurun oleh orang-orang Yahudi. Anggapan mereka, bahwa dengan sunat, mereka bisa diselamatkan membuat kelompok mereka mengalami pergumulan dalam pencarian jati diri. Paulus dan Barnabas melihat bahwa Roh Kudus bekerja pada orang non-Yahudi tanpa melihat status sunat mereka. Gereja dipanggil untuk membuka pintu bukan membangun tembok. Dalam Injil, Yohanes 15:1-8, justru Yesus memberikan kunci jawaban jauh sebelum terjadinya perdebatan itu. Yesus menekankan satu- satunya syarat agar bisa hidup dan berbuah yaitu tetap melekat pada-Ku. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Pokok Anggur yang Benar (The True Vine).
Bapa sebagai pengusaha kebun anggur, memangkas ranting yang berbuah supaya menghasilkan buah yang lebih banyak. Pemangkasan ini seringkali menyakitkan namun membawa pada aliran murni yaitu, Yesus sendiri. Pemangkasan akan pelepasan ego, kesombongan maupun kerterikatan pada duniawi maupun aturan yang kaku untuk mengarah pada rahmat Allah yang menyelamatkan supaya energi hidup kita tidak terbuang untuk daun-daun yang rimbun (pencitraan, kesombongan, egois) melainkan menghasilkan buah yaitu perubahan diri menuju pada karakter yang menyerupai Kristus. Menyatu dan melekat pada Pokok Anggur, sifat-sifat Kristus akan mengalir secara alami dalam Tindakan kita sehari-hari. Tuhan Yesus Memberkati.

Sumber: https://web.whatsapp.com/Sr Ingnawati