Renungan Hari Rabu, 8 April 2026, Hari Rabu dalam Oktaf Paskah
weismeralda@gmail.com
08-Apr-2026 07:43:41
Renungan Hari Rabu, 8 April 2026, Hari Rabu dalam Oktaf Paskah
Bacaan 1: Kisah Para Rasul 3:1-10
Bacaan Injil: Lukas 24:13-35
“KRISTUS yang BANGKIT: HADIR, MEMULIHKAN dan BERJALAN BERSAMA KITA”
Selamat Paskah! Kita memasuki masa Oktaf Paskah sampai Hari Raya Pentakosta (50 hari setelah Paskah), Gereja mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kuasa kebangkitan Kristus bekerja secara nyata dalam keterpurukan fisik maupun keputusasaan batin.
Pernah kah Anda mengalami Paskah yang hambar bahkan tidak ada sukacita akan kebangkitan Yesus Kristus? Pernah kah Anda saat sakit selalu mengeluh bahkan protes dengan sakit yang tidak kunjung sembuh sampai menyalahkan keadaan dan Tuhan? Pernah kah Anda mengalami Tuhan jauh saat Anda merasa gagal, terpuruk, beban hidup sampai hampir kehilangan semangat dalam menjalani hidup? Pernah kah Anda di khianati oleh orang yang Anda percaya atau orang yang Anda kasihi? Pernah kah Anda merasa kehilangan karena ditinggalkan pergi selamanya oleh orang yang Anda sangat kasihi sampai Anda berada dalam kegelapan?
Hari ini, bacaan 1 (Kisah para Rasul 3:1-10) dan bacaan Injil (Lukas 24:13-35) sangat kontras dan membawa kita pada permenungan untuk menguatkan iman Anda dan saya. Bacaan 1 dari Kisah Para Rasul mengajak kita akan kuasa nama Yesus Kristus yang membawa pada sembuh dan pulih baik secara fisik maupun pulih dalam kehidupan. Itulah yang dialami oleh orang yang lumpuh sejak lahir dan meminta sedekah pada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Saat itu, Petrus dan Yohanes melihatnya tetapi tidak memberikan uang, melainkan mukjizat kesembuhan untuknya dengan mengatakan “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret”. Dalam teologi Biblika, “Nama (Yesus Kristus)” bukan sekadar sebutan, melainkan kehadiran penuh kuasa dari pribadi tersebut.
Makna Paskah dari kelumpuhan pengemis itu melambangkan ketidakberdayaan manusia akan dosa dan maut. Di sini, Petrus menariknya berdiri untuk memberikan daya kebangkitan (Bahasa Yunani: ἐγείρω/Egeiro) dari lumpuh menjadi bangun/berdiri dan bisa berjalan kembali, begitu juga saat ini Yesus Kristus memberikan daya kebangkitan untuk kita bisa bangun dan berdiri kembali dari ketidakberdayaan, keterpurukan, maupun keputusasaan. Paskah memberikan kita dari “mati” mengalami daya pemulihan oleh Nama-Nya. Begitu juga keadaan yang dialami oleh dua murid Yesus dalam perjalanannya ke Emaus yang mengalami “kebutaan rohani” karena Yesus Kristus tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Mereka memiliki konsep yang salah akan Yesus Kristus sebagai “Mesias politis” membawa mereka pada kekecewaan pribadi.
Yesus hadir dan mendampingi perjalanan mereka bahkan sampai bersatu dengan mereka dalam perjamuan (saat Yesus memecahkan roti) barulah mereka mengenali-Nya. Peristiwa ini sebagai kehadiran Yesus Kristus nyata dan paling intim yang dapat kita temukan dalam Ekaristi. Paskah tidak menghapus penderitaan masa lalu, tetapi memberi makna baru pada kita. Saat kita seperti orang lumpuh maupun dua murid yang berjalan menjauhi Yerusalem dengan pergi ke Emaus, kita merasa sendirian dalam menghadapi masalah, dan Paskah membawa kita pada Yesus yang seringkali hadir sebagai “orang asing” disamping maupun disekitar kita dalam bentuk nasihat teman, dalam keheningan doa maupun dalam Ekaristi, Yesus Kristus hadir saat kita merasa paling putus asa. Teruslah jadikan Paskah selalu ada dalam hati kita, Paskah yang memberikan nyala api lilin Paskah menerangi hati kita senantiasa, memberikan cahaya dalam hati dan kehidupan kita, memberikan harapan juga kemenangan di tengah kegelapan hati kita. Tuhan Yesus Memberkati.
