Renungan Hari Rabu, 8 Juli 2026, Pekan Biasa XIV
weismeralda@gmail.com
08-Jul-2026 08:27:04
Bacaan 1: Hosea 10:1-3, 7-8, 12
Bacaan Injil: Matius 10:1-7
PERTOBATAN DAN MISI
Hari ini, melalui bacaan 1 kita diajak untuk pertobatan pribadi dan bacaan Injil mengajak kita untuk melakukan tugas/misi perutusan dari Tuhan yakni: mewartakan kabar baik/kabar gembira Tuhan. Hosea yang hidup sekitar abad ke-8 SM, di Kerajaan Utara di suruh oleh Tuhan untuk menikahi Gomer, seorang perempuan sundal (pelacur bakti berhala) yang terus berselingkuh. Keadaan yang Hosea alami sering membuat kita bertanya, kok, Tuhan malah menyuruh nabi-Nya menikahi Gomer yang tidak benar hidupnya. Memang kalau kita melihat secara harafiah, kita akan mempertanyakan itu, namun, kita perlu mengetahui makna atau tafsir Kitab Suci berbicara apa dari kehidupan Hosea.
Hidup pernikahan Hosea adalah gambaran hidup dari hubungan Tuhan dengan bangsa Israel. Hosea melambangkan Tuhan sedangkan Gomer, istri yang tidak setia melambangkan bangsa Israel yang terus berzinah secara rohani dengan menyembah dewa-dewi (dewa Baal, Asyur, dll). Mereka melupakan Tuhan yang sudah membebaskannya dari perbudakan Mesir. Bahkan Tuhan meminta Hosea membeli dan menebus kembali ketika Gomer berzinah sampai menjadi budak orang lain. Ini menunjukkan betapa Tuhan tetap mencintai bangsa Israel dan ingin menebus atau memulihkan mereka kembali meskipun mereka tidak setia dan menyakiti hati-Nya. Hosea dipilih karena hanya orang yang pernah merasakan sakitnya dilukai bahkan dikhianati, namun tetap diminta untuk mengasihi dan menebus kembali mereka, menunjukkan Tuhan yang penuh kasih setia (kasih setia = Hesed, bahasa Ibrani = חֶסֶד).
Bacaan pertama, Hosea 10:1-3, 7-8, 12, memperlihatkan tentang keadaan bangsa Israel seperti tanah yang keras, retak-retak, bahkan ditumbuhi ilalang yang membuatnya tidak dapat menghasilkan apa-apa. Namun, gambaran “tanah yang tidak digarap” – tanah yang mengeras karena dibiarkan dan tidak digarap dengan benar menggambarkan hati bangsa Israel yang sibuk membangun mezbah bagi berhala-berhala (keserakahan, ego, cinta dunia) membuat hati mereka menjadi keras dan jauh dari Tuhan. Meskipun demikian, Tuhan tetap terus mengasihi dan terus mengundang untuk “Taburlah keadilan bagi dirimu, tuailah kasih setia, garaplah tanah yang tidak digarap. Sebab inilah waktunya untuk mencari Tuhan” (ditunjukkan dalam Hosea 10:12). Tuhan memanggil kita untuk “menggarap tanah yang tidak digarap”, membajak hati kita yang keras dengan mencabut akar-akar dosa dan keegoisan, supaya hati kita siap menerima “hujan keadilan” dan kasih karunia Tuhan.
Mengapa hati harus digarap terlebih dahulu? Karena di dalam Injil Matius hari ini, diperlihatkan Yesus sedang mempersiapkan “ladang” baru yakni: Yesus memanggil kedua belas murid-Nya: Simon Petrus, Andreas, Yakobus anak Zebedeus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Thomas, Matius, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot. Yesus memilih mereka yang sederhana dan mau menjawab panggilan-Nya. Yesus tidak memerlukan dan tidak memilih mereka yang sudah sempurna. Kedua belas murid-Nya sebagai representasi dari Israel yang baru dan Yesus memberi mereka kuasa bukan untuk berkuasa atas orang lain, melainkan untuk menyembuhkan dan memulihkan.
Yesus memanggil kita untuk mencari “domba-domba yang hilang” yakni: mereka yang tersesat oleh ilusi dunia – mabuk gadget, harta duniawi, uang, kekuasaan, jabatan – kesuksesan duniawi; mereka yang terluka; mereka yang kehilangan arah; lelah; berbeban berat; kesepian untuk disembuhkan dan dipulihkan, “Kerajaan Surga sudah dekat”, sebagai tanda keselamatan dan kasih karunia Allah. Kuasa yang Tuhan berikan kepada kita yakni: skill/kemampuan/keahlian, jabatan, maupun pengaruh kita bukan untuk menindas, melainkan menyembuhkan dan membantu rekan kerja, keluarga maupun sesama yang memerlukan pertolongan dan membawa mereka untuk kembali merasakan kasih Tuhan yang menyembuhkan dan memulihkan.
Tuhan Yesus Memberkati.
