Terang Kehidupan Kita Mazmur 119:105-112 Februari 9, 2026
Hidupku selalu diperhadapkan dengan bahaya, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan. Orang fasik telah memasang jerat terhadap aku, tetapi aku tidak menyimpang dari titah-titah-Mu. (Mazmur 119:109-110)
Apa yang kita lakukan ketika berada dalam pergumulan dan masalah yang berat? Apakah kita akan menghalalkan segala cara? Yang penting persoalan terselesaikan dan kita lolos dari berbagai kesulitan tersebut? Apakah itu yang menjadi prinsip hidup kita?
Pemazmur memberikan kesaksian kepada kita bahwa sekalipun hidupnya berada dalam bahaya atau kesulitan besar, ia tetap mengingat Taurat TUHAN. Pemazmur percaya bahwa firman TUHAN adalah pelita bagi kakinya dan terang bagi jalan kehidupannya. Tanpa firman-Nya, kehidupannya akan gelap dan jalannya akan sesat. Jauh dari firman TUHAN tidak akan membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Malahan, semakin gelap kehidupannya. Maka, dalam kondisi seburuk apa pun, firman TUHAN selalu diutamakan. Sebab, ketaatan kepada firman-Nya berarti membiarkan Allah menggandeng dan menuntunnya senantiasa.
Kita tidak luput dari berbagai kesulitan, bahaya, maupun tantangan. Marilah kita memiliki keyakinan seperti pemazmur. Dalam keadaan yang terburuk sekalipun, kita harus terus berpegang pada firman-Nya. Bahkan, semakin buruk keadaan yang kita hadapi, kita mesti semakin berpegang pada firman-Nya. Sebab, menaati firman Tuhan berarti menyerahkan jalan hidup kita kepada-Nya. Allah yang penuh kasih tidak akan membiarkan anak-Nya yang taat kepada-Nya hancur oleh bahaya dan kesulitan hidup. Ia akan membuktikan pemeliharaan-Nya. [Pdt. Mungki A. Sasmita]
DOA:
Ajar kami untuk sungguh percaya pada firman-Mu yang adalah terang bagi jalan hidup kami, ya Tuhan. Amin.
Ayat Pendukung: 2 Raj. 22:3-20; Mzm. 119:105-112; Rm. 11:2-10
Bahan: Wasiat, renungan keluarga.
